Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) adalah pusat pemberdayaan disabilitas yang membantu memperjuangkan kemandirian bagi penyandang disabilitas. YDMI memiliki banyak cabang pada setiap daerah di Indonesia, dan setiap daerahnya memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi yang memperjuangkan hak penyandang disabilitas.

YDMI dibentuk 100% oleh penyandang disabilitas mulai dari direktur, sekertaris, humas dan pengurus lainnya, sehingga saudara penyandang disabilitas saling bahu membahu membangun yayasan yang memperjuangkan hak-haknya. YDMI resmi dibentuk pada 2013, bermula dari komunitas di media sosial Facebook, hingga kini YDMI memiliki sekertariat yang berlokasi di Tangerang.

YDMI aktif memberikan pembinaan dan pelatihan UMKM pada penyadang disabilitas yang ingin berwirausaha, salah satu contohnya adalah budidaya jangkrik dan burung puyuh, kerajinan tangan berupa tas kain, hiasan dinding, bros jilbab, sampai konektor masker. Semua produk tersebut dibuat langsung oleh penyandang disabilitas yang tergabung dalam pembinaan YDMI, dan dibantu dalam marketing dan penjualannya, terutama jika YDMI diminta untuk menjualnya di bazar.

Salah satu wirausahawan kerajinan tangan yang menjadi binaan YDMI adalah Nun Galery Disability, pemilik Nun Galery Disability yaitu Siti Nurrochmi menjual hasil karya tangannya berupa dompet pouch, bunga palsu dari kain flanel atau plastik daur ulang, seni ukir kaligrafi, konektor masker hingga kue kering. Berikut dibawah ini salah satu hasil karyanya, jika Sobat Berkat berminat memiliki salah satunya, silakan hubungi kontak yang tertera di gambar.

Salah satu hasil tangan dari wirausaha binaan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia
Salah satu hasil tangan dari wirausaha binaan YDMI
Salah satu hasil tangan dari wirausaha binaan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia
Salah satu hasil tangan dari wirausaha binaan YDMI (2)

Tapi, YDMI dan wirausaha binaannya tetap menghadapi hambatan dalam berkembang, yaitu kurangnya pemahaman teknologi belanja daring / online hingga keterbatasan teknologi yang dimiliki. Untuk pengrajin keranjinan tangan, pemasaran masih sebatas lewat WhatsApp. Lalu tantangan lain yang dihadapi adalah stigma masyarakat bahwa membeli produk hasil karya penyandang disabilitas sebatas hanya kasihan, bukan karena kualitasnya, sehingga kontinuitasnya tidak bertahan lama.

Tuti, salah satu pengurus YDMI mengatakan hambatan dasar yang dihadapi semua anggota binaannya adalah mobilisasi, banyak penyandang disabilitas fisik yang terhambat dalam memulai wirausahanya karena sulitnya beraktivitas secara mandiri. YDMI berharap dapat memenuhi fasilitas dasar untuk penyandang disabilitas fisik dengan menyediakan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi, sepeda motor hasil modifikasi akan disesuaikan dengan keterbatasan pengendaranya, saat ini terdapat berbagai macam modifikasi seperti sepeda motor roda tiga dan sepeda motor dengan sespan atau bak tambahan di sisi kanan atau kiri sepeda motor.

YDMI yakin dengan adanya motor modifikasi untuk penyandang disabilitas fisik, akan membuat lebih banyak penyandang disabilitas yang aktif berkarya dan bekerja, sehingga produktif dan mandiri. Sesuai dengan amanat UU No. 8 tahun 2016, dimana penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam memiliki peluang dan/atau mendapatkan akses untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat.

YDMI membutuhkan bantuan dana dari Sobat Berkat untuk membeli motor roda tiga sebesar Rp 15.000.000. Nantinya dana yang terkumpul akan digunakan untuk membeli 2 unit motor roda tiga total sebesar Rp 30.000.000. Maka dari itu, kita wajib mendukung semangat teman-teman penyandang disabilitas agar dapat mandiri dan berkarya dengan membantu YDMI mewujudkan cita-cita mulianya.

Yuk berdonasi untuk kemandirian saudara penyandang disabilitas di link berikut: https://rumahberkat.com/campaigns/bantu-difabel-memiliki-motor-roda-tida-untuk-beraktifitas

Berapapun donasi Sobat Berkat akan sangat berharga untuk masa depan cerah suadara penyandang disabilitas.