“Kadang kalau mau kontrol, kaya (Selasa) Kemarin kan tiba-tiba darurat, pas nggak ada uang untuk biaya berobat terpaksa pinjam tetangga atau saudara, karena yang bekerja hanya Ayahnya saja, sebagai kuli panggul di Tanah Abang” cerita Bu Sugi mengenai putri kecilnya.

Kaila Putri nama lengkapnya, anak yang baru berusia lima tahun ini sudah merasakan lebih dari 20 kali dirawat di rumah sakit karena berbagai penyakit yang dideritanya. Kaila sejak berusia dua bulan sudah didiagnosis anemia dan trombosit tinggi sehingga harus menjalani terapi penambah darah. Di usia yang belum dua tahun, Kaila pernah mengidap penyakit Tuberkulosis (TB), Infeksi Saluran Kemih dan efusi subdural atau nama lain dari penumpukan cairan yang terjadi diantara dua lapisan otak yaitu lapisan tengkorak otak dan permukaan otak.

Tidak lama setelah terapi selesai, Kaila kembali didiagnosis memilki gangguan pencernaan Gerd yang membuatnya muntah-muntah sehingga penyerapan gizi dari makanan menjadi kurang dan dokter menyarankan Kaila menggunakan selang NGT (Nasogastric Tube) untuk membantunya memenuhi gizi yang diperlukan, sejak 2018 sampai 2021 akhir Kaila setiap minggunya harus menahan kesakitan ketika selang NGT itu masuk ke tenggorokan sampai lambungnya, perasaan tidak nyaman, hidung berdarah sampai badan membiru pernah dirasakan Kaila.

Pada Kamis (11/08) Tim Rumah Berkat menjenguk Kaila di Rumah Sakit Budi Kemuliaan yang lagi-lagi dirawat karena demam tinggi 40 derajat, dan belum lama ini Kaila melakukan pemeriksaan endoskopi dan baru diketahui bahwa di usus halusnya terdapat banyak bentolan kecil, dokter kembali mendiagnosis Kaila mengidap esofagitis atau peradangan pada lapisan esofagus (kerongkongan), yaitu tabung otot yang menghubungkan tenggorokan ke perut. Umumnya, kondisi esofagitis pada anak terjadi akibat GERD, esofagitis eosinofilik, hingga infeksi. Dan Kaila masih harus dirawat inap sampai empat hari kedepan.

Keadaan Kaila saat dikunjungi tim Rumah Berkat Kamis (11/08/22)

Padahal Kaila baru saja mulai sekolah dua minggu yang lalu, dan Kaila adalah anak yang sangat senang bersekolah, “Kaila itu anaknya Alhamdulillah cerdik… Seneng banget sekolah, pagi itu jam setengah 7 Kaila disuruh bangun, bangun anaknya, seneng banget anaknya sekolah tapi itu, ngga boleh capek, kalau capek langsung demam bisa sampai 41 (derajat)” ungkap Nenek Kaila saat menceritakan kondisi cucu keduanya.

Kondisi Kaila saat ini sudah lebih baik, dari yang hanya memiliki berat badan 7.5kg saat usia tiga tahun, kini Kaila sudah pernah menyentuh berat badan 20kg, hal tersebut membuat keluarga dan dokter yang menangani bahagia apalagi nafsu makan Kaila pun tinggi, dan Neneknya menuturkan bahwa makanan kesukaan Kaila adalah ayam goreng krispi.

Saat dirumah, Kaila sangat senang bermain dengan kakaknya, kakaknya pun sangat menyayangi Kaila sampai ketika Kaila akan berangkat ke rumah sakit, kakaknya Kaila mencium kening dan mendoakan Kaila agar cepat pulang lagi.

Kasih sayang dan perhatian yang diberikan keluarga pada Kaila, menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi semangat dan usaha untuk meraih kesembuhan. Perjuangan Kaila dan keluarga dalam melewati masa masa sulit, menggerakan hati tim Rumah Berkat untuk memberikan bantuan pengobatan dan pendampingan pada keluarga Kaila, Rumah Berkat yakin Kaila dapat sembuh dan makan ayam goreng krispi kesukaannya lagi nanti.

Dan Rumah Berkat mengajak para dermawan untuk membantu pengobatan Kaila agar dapat kembali sekolah dan bermain bersama anak-anak lainnya. Donasi di Rumah Berkat bisa dilakukan mulai dari 10.000 Rupiah dengan pilihan metode pembayaran yang beragam, donasi melalui Rumah Berkat dapat dilakukan tanpa mendaftarkan akun dan nantinya donatur akan menerima kabar terbaru dari Adik Kaila setelah keluarga Kaila menerima donasi, kunjungi link dibawah ini untuk berdonasi:

https://rumahberkat.com/campaigns/bantu-adik-kaila-sembuh-dari-gerd

Rumahberkat telah memiliki izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan kepada Yayasan Rumah Berkat Bersama untuk berbagai bentuk Penggalangan Dana (Donasi) berdasarkan keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dengan Surat Keputusan No.54/HUK-PS/2022 dan No. 115/HUK-PS/2022.