JAKARTA, blog.rumahberkat.com — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan dosis vaksin covid-19 Moderna akan difokuskan hanya untuk pemberian booster dosis ketiga kepada tenaga kesehatan “NAKES”. “Vaksin ini (Moderna) stocknya hanya terbatas, Jadi saya mohon support-nya, ini kita berikan prioritasnya ke nakes,” kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (14/7). Budi menjelaskan Moderna merupakan vaksin RNA yang memiliki efikasi tinggi. Dari seluruh vaksin yang digunakan di Indonesia, ia mengatakan Moderna memiliki efikasi paling tinggi. Berdasarkan data WHO, vaksin Moderna memiliki efikasi 94,1 persen.

Budi mengklaim mencampur vaksin Moderna dengan Sinovac yang digunakan pada dosis pertama dan kedua tenaga kesahatan dapat memperkuat daya tahan tubuh terhadap varian corona. “Saya bisa kirim studinya, ini sudah disetujui BPOM dan ITAGI. Mencampur atau combining dua jenis itu (vaksin) membuat lebih tahan kombinasi varian yang ada,” tutur Budi.

Menkes menduga akan banyak orang yang menginginkan dosis vaksin Moderna. Namun ia menegaskan agar seluruh pihak memfokuskan vaksin tersebut untuk nakes. “Karena semua powerful people will ask for this. Yuk kita beri ke nakes dulu, karena bisa kita lindungi lebih cepat. Rencananya saya mau minggu ini sudah mulai,” kata dia. Selain Moderna, Pfizer juga merupakan salah satu vaksin dengan efikasi tinggi yang digunakan di Indonesia. Budi mengatakan vaksin ini digunakan untuk vaksin program pemerintah. Vaksin Pfizer memiliki efikasi 95 persen setelah mendapat dua suntikan.

Kementerian Kesehatan pada Juni mengatakan 50 juta dosis vaksin asal perusahaan farmasi Amerika Serikat itu baru masuk bertahap Agustus 2021. Budi menegaskan vaksin Moderna maupun Pfizer tidak digunakan dalam program vaksin Gotong Royong (GR) perusahaan maupun individu. Kedua program tersebut menggunakan vaksin Sinopharm dan Cansino. Ia mengatakan vaksin yang dipakai dalam vaksin GR tidak jauh lebih baik dibanding vaksin pemerintah. Sinopharm memiliki efikasi 78,02 persen, sementara Cansino memiliki efikasi 65,7 persen. Selain Moderna dan Pfizer, vaksin program pemerintah juga menggunakan Sinovac, AstraZeneca dan Novavax.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), efikasi vaksin Sinovac mencapai 65,3 persen. Sementara efikasi vaksin AstraZeneca 62,1 persen. Sementara vaksin Novavax diklaim 93 persen efektif melawan corona. Budi mengatakan vaksin ini kemungkinan baru masuk ke Indonesia pada September 2021. “Ada satu vaksin program lagi yang juga bagus di kalangan microbiologist, mereka senang, Novavax namanya. Tapi ini belum keluar EUA-nya dari Amerika,” katanya.

Saat ini vaksinasi masih berjalan di penjuru daerah dengan laju yang berbeda-beda. Pada beberapa daerah di Jawa, vaksinasi sudah mencapai tahap ketiga atau pada kelompok masyarakat umum di atas 18 tahun dan anak di atas 12 tahun. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat saat ini sudah 36.914.607 orang sudah mendapat vaksin dosis pertama dan 15.190.998 orang mendapat vaksin dosis kedua. Total target vaksinasi untuk mencapai herd immunity adalah 208.265.720 orang.